Seandainya hidup ini berkaca pada LIGA sepak bola Eropa tentu,.... kompetisi SDM manusia akan berjalan dengan sehat. Coba kita lihat ... di sana ( LIGA EROPA ) si jelek botak dan amburadul wajahnya, entah dari mana asalnya bisa menjadi yang terbaik dari pemain lainnya. Dan ... si hitam alias negro yang pekat kulitnya menjadi idola karena hebat menggocek bola, kemudian si cebol yang wajahnya pas2 an handal dalam membuat gol dan yang lebih hebat lagi siganteng yang mukanya sepadan dengan bintang film Hollywood menjadi SUPER STAR. Disini kalau kita mau jeli mereka terdiri beberapa etnis dan suku bangsa. Trus ....karena skill mereka MURNI hasil restasi (tanpa KKN) maka, mereka mampu menjadi yang terbaik dan profesional yang ujung2nya mempunyai kontribusi kepada club yang merekrutnya bahkan mendatangkan devisa bagi Negaranya. (tentu saja kemakmuran hidup pribadinya juga meningkat)Seandainya hal di atas dapat di terapkan / diwujudkan dalam kehidupan Negara ini tentulah, kita akan selangkah lebih maju dari Negara tetangga bahkan Negara tetangga yang sangatttt jauuuhhhhh sekali disana. Kenapa ...... ?! mari kita amati, camkan, dan renungkan tentang apa yang terjadi di lingkungan kita sekarang ini. Ada cerita kawan yang lucu dan dikata kannya beberapa bulan lalu. Dia mempunyai seorang teman taruhlah namanya "A" anaknya tidak punya inisiatif, loyo, gak kreatif blass tapi karena ada Pamanya yang menjabat di salah satu Pemerintahan si teman kawan saya tadi, bisa menjadi pegawai walaupun honorer, sementara kawan saya tadi sudah buat lamaran dan mengajukan serta sering2 menanyakan ada gak kerjaan untuknya jawaban selalu " belum ada !" secara SDM teman saya tadi jauh lebih baik dan boleh dikatakan sangat baik (dari inisiatif, kreatif dan skill komputernya) tapi...... kenapa bisa begitu ?! ARTINYA : sekarang ini orang2 pintar (benar2 pintar kerja lho ..... ) atau dengan kata lain orang yang ber-SKILL tidak mudah mengembangkan skill nya apalagi memper tahankan kelangsungan hidupnya dengan mengandalkan skill nya, KARENA TIDAK DIBERI KESEMPATAN.
Sekilas memang sah2 saja, tapi bila kita amati lebih cermat bagaimana ke depannya bangsa ini jika orang2 yang tidak mampu berkompetensi duduk di segala sektor kehidupan ( baik negeri maupun swasta ) APA KATA DUNIA ? (wuikkkk ,..... omongane rodok duwur iki ... hehehehhehehe...... ) gak masalah namanya juga opini. Harusnya kita janganlah memandang sebuah SKILL itu dari individunya, siapapun dia, dari mana dia, jika memang mampu, bisa bertanggung jawab dan memberi manfaat pada masyarakat, mestilah kita kasih kesempatan. ARTINYA (lagi.... !) jangan kita mengkotak - kotak kan diri. Kita Harus Belajar Adil oke pak De..... ?!!!
Sekarang ini sudah waktunya kita sukseskan " NO-KESUKUAN !! " boleh membawa identitas daerah (budaya dan seni ) tapi jangan sifat kedaerahan di nomor satukan, !!! Apalagi nuk kepentingan sebuah kelompok.
Salam buat ORANG-ORANG INDONESIA YANG GAK PERNAH MENGELUH dan ....MARI KITA BELAJAR ADIL ! & TIDAK PILIH KASIH !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar