Jumat, 18 Juli 2008

TAHUN AJARAN BARU

Tahun ajaran baru 2008/2009 baru beberapa hari di mulai, jika kita lihat kemarin2 nya lewat koran, maupun TV banyak menyisakan masalah mengenai warga yang terdekat dengan sekolah tidak dapat masuk ke sekolah tersebut. Tentu saja orang tua sedih, sakit hati, bahkan berang ! "Bagaimana ni bang ?, Dulu saye juga ikut berjuang untuk membangun sekolah ini, sekarang...... anak saye nak masuk aja tak bisa !" celetuk salah satu warga yang kesal. Kejadian seperti ini tidak hanya terjadi di tempat kita saja namun, juga di beberapa kota lainnya. Memang apa yang sebenarnya terjadi dengan dunia pendidikan ini menurut saya adalah "KEBIJAKAN YANG KURANG MENYENANGKAN " Dengan alasan untuk meningkatkan mutu pendidikan maka, STANDAR NILAI pada suatu sekolah harus di berlakukan, sementara di sisi lain, jika di lihatawal mengapa sekolah itu dibangun ? adalah untuk menampung MASYARAKAT DI SEKITAR SEKOLAH TERSEBUT. ( biar sekolahnya gak jauh2 gitu ! )
Menurut saya, kenapa pemerintah tidak membuat sekolah baru yang khusus menerima STANDAR NILAI TINGGI ? atau biasa disebut SEKOLAH STANDAR NASIONAL (SSN). Sehingga tidak merugikan masyarakat di sekitar sekolah yang dibangun tadi dan jika masyarakat sekitar sekolah tadi kepingin anaknya sekolah di SEKOLAH STANDAR NASIONAL ya "monggo kerso " anaknya di daftarkan ke sekolah tersebut. Artinya MASYARAKAT dengan kemampuan anaknya bisa memilih / menentukan ke sekolah mana anak saya ini masuk. "Ke sekolah yang dekat rumah dengan standar nilai biasa (rata2 6.5 .... ) atau ke SEKOLAH STANDAR NASIONAL (biasanya rata2 diatas 7 lebih ) dan tiap tahunnya rata2 ini biasanya naik.
Kemudian untuk jenjang SD banyak orang tua yang anaknya kurang dari 7 tahun memasukkan anaknya ke SD, padahal aturan mainnya anak umur 7 tahun baru bisa masuk SD. Bermacam alasan dari orang tua dikemukakan terutama "anak saya sudah bisa baca dan tulis serta berhitung" Bisa saja anak kurang dari 7 tahun diterima dengan catatan sekolah tersebut kekurangan murid. Tapi ...... apabila masih banyak yang berusia 7 tahun tentulah mereka yang harus di dahulukan. Secara psikologis anak di bawah usia 7 tahun harusnya berada di Taman Kanak-kanak mereka bermain, belajar interaksi dengan sesama, dan menikmati dunia anak2. Coba bayangkan jika ada yang umurnya baru 6 tahun apalagi belum genap 6 tahun masuk SD, saat kawannya bermain tanpa beban DIA sudah di wajibkan buat PEKERJAAN RUMAH dan itu harus dilakukan, karena kalau tidak besok pasti di marahi gurunya di sekolah. Menurut saya ini adalah merampas DUNIA ANAK. Semua itu tak lepas dari peranan orang tua sebab orang tua biasanya selalu memaksakan sesuatu kepada anak, Yach ... siapa sih yang tak bangga punya anak umur 6 kurang atau 6 tahun sudah sekolah SD, pintar lagi ! Namun.... apakah terpikir oleh kita bahwa jika dia bosan sekolah nantinya (ketika SMP/SMA) bisa lebih berbahaya. Saya yakin itu pasti terjadi ! tinggal kita mewaspadai atau tidak.
Untuk itu marilah kita menjadi ORANG TUA yang BIJAK ! pikirkan dengan jernih jika kita mau mengambil keputusan buat anak dan JANGAN SAMPAI DUNIA ANAK KITA LEWAT BEGITU SAJA.
Satu hal lagi,.... ! ketika tahun ajaran baru masuk banyak sekolah SD di protes mayarakat karena "Ada yang berumur 6 tahun di terima namun yang berumur 7 tahun kurang 2 minggu tidak di terima" Lho....... ?!

1 komentar:

redaksi mengatakan...

sam tuker link ya?www.arema-malang.co.cc,klo berkenan silakan buka blog kami dan beri tanda iya di ShoutbOX.